Selasa, 02 Juni 2020

ikhlas

Ikhlas 

Sebuah kata yg mudah untuk diucapkan tetapi prakteknya sangat sulit. ikhlas merupakan pokok dari semua ibadah atau perbuatan manusiĆ . 

Betapa banyak amal ibadah yang tidak dianggap atau sia sia karena tidak ada ikhlas didalamnya, dan betapa banyak ibadah yang sederhana berubah menjadi ibadah yang bernilai tinggi karena ada ikhlas didalamnya. 

Ikhlas bukan hanya sekedar menghadirkan niat dalam kegiatan keseharian. tetapi ikhlas adalah menghadirkan Allah sebagai sang pencipta dalam semua fikiran yang terdetik dalam otak dan hati kita. 

Ikhlas yang sampai puncaknya, akan membuat hidup terasa tenang. musibah, cobaan, maupun nikmat tidak membuat hati mukhlisin ini tergoncang. orang yang ikhlas dengan seikhlas ikhlasnya akan menganggap sama antara musibah dengan kenikmatan, antara kesulitan dengan kemudahan. karena semua adalah pemberian Allah sang pencipta. 

Orang yang sudah sampai pada derajat tertinggi ikhlas, tidak akan bingung dengan riski yang sedikit ataupun bergembira dehgan riski  yang banyak. ikhlas tertinggi adalah ketika makhluk sadar dia makhluk dan Allah adalah Khalik.

Sholat yang dilakukan dengan sempurna ketika keramaian dan kesendirian bisa diartikan bebas dari riya, tapi apakah ini bisa otomatis ikhlas ?  belum tentu.. jika sholat itu dikerjakan karena pingin surga, atau takut neraka apakah ini ikhlas ? saya tidak bilang sholat yg demi mendapatkan surga tidak diterima. secara hukum fikih ini sholat yang sah. atau sholat yang dikerjakan sambil mengharapakkan tujuan duniawi selama mintanya kpd Allah ini sah dlam fikih. 

Tapi bukankah sholat atau ibadah ibadah kita adalah suatu kewajaran. bukankah kita ini adalah makhluk ciptaan Allah. sebagaimana ciptaan, maka tugasnya adalah melaksanakan tujuan/ tugas dari sang  pencipta bukan,,?  contoh manusia membuat bolpoint, dengan tujuan dipakai untuk menulis, maka bolpoint itu bagus, atau hebat, jika bisa dipakai untuk menulis. tidak perduli apakah bolpoint itu setelah dipakai untuk menulis mendapatkan hadiah dari pemakainya. 

Contoh  yang lain adalah  pakaian, sang pencipta pakaian membuat pakaian untuk menutup tubuh dan untuk berhias biar kelihatan indah dimata yg memandang. jika pakaian itu dipakai sudah bermanfaat seperti itu, apakah pakaian layak / berhak untuk dpt hadiah dri desiner nya ? 

Kembaki ke kita, manusia. bukankah kita adalah ciptaan Allah.?  dan Allah mempunyai tujuan dalam menciptakan kita, salah satunya untuk beribadah kepadanya.   " wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya'budun" dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan juga manusia, kecuali untuk mencembahku. 

kalau bergikir seperti ini, bukankah sebuah kewajaran jika kita beribadah kepada Allah. bukankah sebuah keniscayaan jika kita sujud hanya pada Allah, dalam keadaan sendiri ataupun ketika terlihat orang. 

Karena menyembah Allah adalah ke niscayaan maka apakah pantas kita minta hajat kita sebagai imbalan ketika kita beribadah kepadanya ? apalagi minta surga atau selamat dari neraka  sebagai imbalan ibadah kita ? 

Maka sudah sangat wajar jika seorang sufi (Robiah al Adawiyah) pernah berdoa jika ibadahnya dilakukan karena meminta surga, maka jauhkan dia dari surga dan jika ibadahnya untuk menghindari neraka maka masukkan dia keneraka. karena dia beribadah kepada Allah karena cintanya kepada Allah.  

Bukankah ini sebuah keikhlasan yang sebernarnya. wallahu a'la bishoab....

3 komentar:

KangNoerhadi mengatakan...

Muhasabah yg luar biasa..mantab yai...

Matursuwun..

spiritliterasi.com mengatakan...

Masyaallah. Mudah diucapkan, sulit dilakukan. Harus diperjuangkan.

Aananam mengatakan...

Subhanallah... Semoga kita digolongkan menjadi orang yg ikhlas dalam menjalani hidup di dunia ini... Aamiin

Posting Komentar

Pilihan

Judul ini memang merujuk ke hawa panas yg sedang dirasakan sebagian besar kita ya, hawa panas yg mulai menyebar karena akan ada ...