DIKTAT FIQIH Bab ADZAN DAN SHOLAT JUM’ATMTs kelas 7 Semester 1
1. Pengertian
Azan dan Iqomat
Azan secara
etimologi berarti : memberitahukan sesuatu.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :" Dan (Inilah) suatu pemberitahuan
dari Allah dan rasul-Nya". (QS. At-Taubah : 3 ). Dan juga firman Allah
ta'ala : "Aku Telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama
(antara kita)". ( QS. Al-Anbiya' : 109 ), maksudnya aku telah
memberitahukan kepada kalian, jadi kita pengetahuan kita sekarang sama.
Azan secara
terminologi berarti :
pemberitahuan tentang masuknya waktu shalat dengan lafaz-lafaz tertentu sesuai
dengan syari'at . Disebut demikian karena orang yang azan memberitahukan orang
lain tentang waktu-waktu shalat.
Qomat ( Iqamah
) secara etimologi berarti :
mendirikan sesuatu apabila dia telah menjadi lurus.
Qomat secara
terminologi berarti :
memberitahukan tentang pendirian/ pelaksanaan shalat fardhu dengan zikir
(lafaz) tertentu yang disyari'atkan. Jadi azan adalah pemberitahuan tentang
waktu shalat, sedangkan Qomat adalah pemberitahuan tentang pekerjaan (shalat),
2. Hukum Adzan
dan Iqamah
Adzan dan Iqamah hukumnya sunat mu'akkad bagi
shalat fardhu, baik secara jamaah maupun sendirian (mufarid).
Pelaksanaannya
disunatkan dengan suara yang keras, berdiri dan menghadap kiblat.
Adapun dari Sunnah Rasulullah - Shalallahu
'Alaihi wa Aalihi Wasallam – adalah sebagai berikut :
عن
مالك بن الحويرث: ((فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم وليؤمكم أكبركم))
" Dari
Malik bin Huwairits : Apabila telah masuk waktu shalat maka hendakalah salah
seorang diantara kalian melakukan azan dan hendaklah orang yang paling tua
diantara kalian menjadi imam"..
3. Lafal azan
dan iqomah
الله
اكبر الله اكبر ×2
Allah maha
besar allah maha besar 2x
اشهد
ان لا اله الا لله ×2
Aku bersaksi
bahwa tiada tuhan selain Allah 2x
اشهد
ان محمدا رسول الله ×2
Saya bersaksi
bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah 2x
حي
على الصلاة ×2
Mari kita
mendirikan salat 2x
حي
على الفلاح ×2
Mari kita
meraih kemnangan 2x
الله
اكبر الله اكبر ×2
Allah maha
besar Allah maha besar 2x
لا
اله الا الله ×2
Tidak ada tuhan
selain Allah 2x
Lafal Ikamah
الله
اكبر الله اكبر
Allah maha
besar allah maha besar
اشهد
ان لا اله الا الله
Saya bersaksi
bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah
اشهد
ان محمدا رسول الله
Saya bersaksi
bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah
حي
على الصلاة
Mari kita
mendirikan salat
حي
على الفلاح
Mari kita
meraih kemnangan
قدقامت
الصلاة 2
Telah didirikan
sholat
الله
اكبر الله اكبر
Allah maha
besar allah maha besar
لا
اله الا الله
Tidak ada tuhan
selain Allah 2x
4. SYARAT-SYARAT
MUADZIN:
a. Islam
b. Tamyiz dan laki-laki
c. Azan dan iqamah dilakukan setelah waktu
shalat benar-benar masuk.
d. Lafaz azan dan iqamah diserukan secara
berurutan dan teratur.
5. Sunnah Adzan
dan Iqomah
a. Muazin suci dari hadas
b. Dilakukan dengan berdiri dan menghadap
kiblat
c. Diserukan dengan suara yang nyaring dan
merdu.
d. Tempatnya yang dipakai kedudukannya lebih
tinggi, agar suaranya kedengaran lebih jauh.
e. Membaca shalawat setelah selesai azan
kemudian berdoa
f. Antara azan iqamah disunnatkan membaca
do'a.
6. Doa sesudah
Adzan dan Iqomah
Selesai muadzin mengemundangkan adzan, baik
muadzin maupun yang mendengar disunatkan membaca do'a sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ
رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ اْلقَآئِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدً الْوَسِيْلَةِ وَالْفَضِيْلَةِ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ اْلعَالِيَةَ
الرَّفِيْعَةَ. وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْدَ اللَّذِىْ وَعَدْتَهُ. اِنَّكَ
لاَتُخْلِفُ المِيْعَادِ
Artinya :
"Wahai
Tuhanku, Tuhan yang mempunya seruan yang sempurna ini dan shaleh yang
didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad perantaraan (wasilah), keutamaan
kemulyaan dan pangkat (derajat) yang terpuji yang telah Engkau janjikan.
Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji."
Adapun sehabis
iqomah
اَللَّهُمَّ
رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِالتَّامَّةِ. وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَآتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَانَةِ
Artinya:
"Ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan
yang sempurna, dan memiliki shalat yang ditegakkan, curahkanlah rahmat dan
salam atas junjungan kami, Muhammad, dan berilah/kabulkanlah segala
pemohonannya pada hari kiamat."
7. Keutamaan Azan
Allah Subhanahu
Wata'ala berfirman :
" Dan
siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk
orang-orang yang menyerah diri " ( QS. Fushshilat : 33 )
Di dalam hadits juga banyak disebutkan
keutamaan azan dan muazzin (orang yang azan), diantaranya :
a. Muazzin
lebih panjang lehernya pada hari kiamat, berdasarkan hadits :
عن
معاوية بن أبي سفيان – رضي الله عنه – قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم
يقول: (( المؤذنون أطول الناس أعناقًا يوم القيامة ))
" Dari
Mu'awiyah bin Abi Sufyan - Radiyallahu 'Anhu – dia berkata : Saya mendengar
Rasulullah - Shalallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam – bersabda: Orang-orang yang
azan ( muazzin ) adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari
kiamat".
b. Azan itu
mengusir syetan, berdasarkan hadits :
عن
أبي هريرة – رضي الله عنه – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((إذا نُودي للصلاة
أدبر الشيطان له ضُراط حتى لا يسمع التأذينَ، فإذا قُضِيَ النداءُ أقبل حتى إذا
ثُوِّب للصلاة أدبَرَ، حتى إذا قُضِيَ التَّثْويبَ أقبلَ حتى يَخطُرُ بين المرء
ونفسه، يقول له: اذكر كذا واذكر كذا لما لم يكن يذكر من قبل، حتى يظلَّ الرجلُ لا
يدري كم صلى))
" Dari Abu
Hurairah - Radiyallahu 'Anhu – bahwasanya Rasulullah - Shalallahu 'Alaihi wa
Aalihi Wasallam – bersabda : Apabila azan dikumandangkan maka syetan akan lari
sambil terkentut-kentut sampai dia tidak mendengarkan azan lagi, ketika azan
sudah selesai maka dia kembali lagi. Ketika Qomat dikumandangkan untuk shalat
dia kembali pergi, ketika qamat sudah selesai dia kembali lagi supaya bisa
mengganggu orang yang shalat, dia mengatakan: ingatlah ini dan ini… yang mana
hal tersebut tidak teringat olehnya sebelum shalat sehingga akhirnya seseorang
tidak menyadari lagi sudah berapa raka'atkah dia shalatnya.
c. Kalaulah
seandainya manusia mengetahui pahala yang didapatkan ketika panggilan (azan)
yang pertama maka mereka pasti akan mengundi (untuk mendapatkannya), ini
berdasarkan hadits :
عن
أبي هريرة – رضي الله عنه – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((لو يعلمُ
الناسُ ما في النداء والصف الأول ثم لم يجدوا إلا أن يستهموا عليه لاستهموا، ولو
يعلمون ما في التهجير لاستبقوا إليه، ولو يعلمون ما في العتمة والصبح لأتوهما ولو
حبوًا))
" Dari Abu
Hurairah - Radiyallahu 'Anhu – bahwasanya Rasulullah - Shalallahu 'Alaihi wa
Aalihi Wasallam – bersabda : Kalau seandainya manusia mengetahui pahala yang
ada pada panggilan (azan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya
kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya, dan kalaulah mereka
mengetahui pahala yang akan didapatkan karena sudah hadir pada waktu takbiratul
ihram maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya), dan kalaulah
seandainya mereka mengetahui apa yang akan didapatkan ketika shalat isya dan
shalat subuh pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan
merangkak".
d. Tidak
satupun yang mendengarkan suara muazzin melainkan dia pasti akan menjadi saksi
baginya nanti. Abu Sa'id Al-Khudri - Radiyallahu 'Anhu – berkata kepada
Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha'sha'ah Al-Anshari :
((إني أراك تحب الغنم والبادية، فإذا كنت في غنمك أو باديتك
فأذنت بالصلاة فارفع صوتك بالنداء؛ فإنه لا يسمعُ مدى صوت المؤذن جنٌّ ولا إنسٌ،
ولا شيء إلا شهد له يوم القيامة، قال أبو سعيد: سمعته من رسول الله صلى الله عليه
وسلم))
" Saya
perhatikan kamu sangat menyukai kambing dan kampung, kalau kamu bersama
kambingmu atau sedang berada di kampungmu kemudian kamu azan untuk melaksanakan
shalat maka tinggikanlah suaramu ketika azan itu, karena sesungguhnya tidaklah
suara muazzin itu didengarkan oleh jin, manusia dan yang lainnya melainkan dia
akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat. Kemudian Abu Sa'id berkata : Saya
mendengarkan (hadits) ini dari Rasulullah - Shalallahu 'Alaihi wa Aalihi
Wasallam.
e. Muazzin akan
diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan dia akan mendapatkan pahala sama
dengan pahala orang-orang yang shalat bersamanya. Ini berdasarkan hadits :
عن
البراء بن عازب – رضي الله عنه – أن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال: ((إن الله
وملائكته يصلون على الصف المقدَّم، والمؤذنُ يغفرُ له مدَّ صوته، ويصدقه من سمعه
من رطبٍ ويابسٍ وله مثلُ أجر من صلى معه))
" Dari
Barra' bin 'Azib - Radiyallahu 'Anhu – bahwasanya Nabi - Shalallahu 'Alaihi
Wasallam – bersabda : Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya akan bershalawat
untuk orang-orang di shaf yang terdepan, dan muazzin akan diampuni dosanya
sepanjang suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang
mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan
pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya".
f. Nabi
mendo'akan untuk muazzin supaya mendapatkan ampunan dari Allah, ini berdasarkan
hadits :
عن
أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((الإمام ضامنٌ
والمؤذن مؤتمن، اللهم أرشد الأئمة واغفر للمؤذنين))
" Dari Abu
Hurairah - Radiyallahu 'Anhu – dia berkata : Rasulullah - Shalallahu 'Alaihi wa
Aalihi Wasallam – bersabda : Seorang Imam Penjamin (pelaksanaan shalat) dan
Muazzin orang yang diberikan kepercayaan untuk menjaganya, Ya Allah tunjukilah
para Imam dan berilah ampunan untuk para muazzin" .
g. Azan akan
menyebabkan diampuninya dosa dan dimasukkan ke dalam sorga, berdasarkan hadits
:
عن
عقبة بن عامر – رضي الله عنه – قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:
((يعجب ربكم من راعي غنمٍ في رأس شظيَّة بجبل يؤذن بالصلاة ويصلي، : انظروا إلى
عبدي هذا يؤذنُ ويقيمُ يخاف مني، فقد غفرتُUفيقول الله لعبدي
وأدخلته الجنة))
" Dari
'Uqbah bin 'Amir - Radiyallahu 'Anhu – dia berkata : saya mendengar Rasulullah
- Shalallahu 'Alaihi wa Aalihi Wasallam – bersabda: Tuhan kalian ( Allah )
sangat kagum dengan seorang pengembala kambing di puncak bukit ( gunung )
ketika dia azan dan shalat sendiri. Kemudian Allah berfirman : lihatlah
hamba-Ku ini, dia azan dan mendirikan shalat karena takut kepada-Ku, maka
sungguh aku telah mengampuni dosanya dan memasukkannya ke dalam sorga".
h. Hadits yang
diriwayatkan oleh Ibnu 'Umar bahwasanya Rasulullah - Shalallahu 'Alaihi wa
Aalihi Wasallam – bersabda :
((من أذَّن ثنتَي عشرةَ سنةً وجبتْ له الجنة، وكتب له بتأذينه في
كلِّ يومٍ ستونَ حسنةً، ولكلِّ إقامةٍ ثلاثونَ حسنةً))
" Siapa
saja yang melakukan azan sebanyak dua belas kali dalam setahun maka dia berhak
masuk sorga, dan akan dicatatkan baginya enam puluh kebaikan setiap hari dia
azan, dan untuk setiap qomat (dicatatkan ) tiga puluh kebaikan" .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar