Ilmu yg Bermanfaat
( lamunan sambil ngopi )
Salah satu hadist yang sangat terkenal di kalangan para pendidik dan orangtua adalah hadist yg menerangkan bahwa manusia jika mati maka akan terputus semua amal ibadahnya kecuali 3 hal; amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya.
Dari hadist tersebut ada hal yang sangat menarik, yaitu ilmu yang bermanfaat. sebenarnya ilmu yang bermanfaat itu gimana ?
Ada orang yang menjawab bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan, . sehingga bagi group ini semua ilmu yg tidak diamalkan tidak masuk kategori ilmu yg bermanfaat. terus gimana dengan ilmu matematika yg jlimet itu....maaf saya tidak bilang tentang ilmu matematika yg dasar, kaya penambahan, perkalian, jual beli dll tetapi tentang yg lebih njlimet dr itu yg biasanya di ajarkan ditingkat sltp maupun slta. bukankah hampir semua yg belajar itu tidak mengamalkanya ?
Saya yakin banyak lagi ilmu ilmu yg mana kita orang biasa ini tidak bisa atau amat sangat tidak mungkin mempraktekkannya .....apakah artinya ilmu itu tidak berguna ? saya yakin jawabannya tidak. terus apakah itu masuk ilmu yg bermanfaat ?
Ada lagi yang menjawab ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diajarkan. maka muncul pertanyaan lagi, mengajarkan ilmu itu setelah di praktekkan dulu, apa tidak harus mempraktekkan dulu ?
Kalau di jawab bahwa mengajarkan ilmu harus di praktekkan dulu. maka berarti yang bisa menjadi guru adalah semua yg sudah memprakekkan ilmunya. kalau ini yang terjadi saya yakin banyak atau sebagian besar guru tidak layak mengajar. terus ilmu fikih bab nikah apakah yang ngajar harus sudah nikah ? apakah guru olahraga harus atlet nasional dulu ?
Kalau syarat mengajarkan ilmu harus sudah mempraktekkan, bagaimana dengan hadist nabi " balligu anni walau ayah" sampaikan hal hal dariku walapun cuma satu ayat. ?
Bukankah agama islam adalah agama dakwah, agama yg mewajibkan seluruh umatnya untuk menyeru kebaikan dan menolak keburukan ?. tidak perduli apapun pekerjaannya, apapun pangkatnya, kaya atau miskin, tua atau muda bahkan pintar atau tidak, semua pemeluk agama islam wajib berdakwah.
Dakwah bisa disebut juga sebagai mengajar. makanya dalam suatu hadist nabi menyebut dirinya sebagai pengajar. " innama buistu mualliman".
Kalau syarat mengajar harus mengamalkan dulu, maka tidak semua orangtua layak mengajar / mendidik anaknya.bukankah mendidik / mengajar anak adalah wajib .
Kita maklum bahwa, seburuk buruknya orang tua pasti menginginkan kebaikan bagi anak anaknya. seorang pencuri tidak akan mengajarkan cara mencuri kepada anaknya. seorang yang tidak sholat berjamaah di masjid bisa saja menyuruh anaknya untuk berjamaah
di mesjid. jika syarat mengajar adalah mengamalkan dulu bagaimana hukum orang tua yg seperti ini ?
Jika mengajar tidak diwajibkan mempraktekkan atau mengamalkan ilmunya. bagaiman dengan firman Allah SWT yg berbunyi " kaburo maqtan indAllahi an taqulu mala taf' aluun". bukankah dalam ayat ini Allah marah kepada orang yang selalu berkata baik tetapi tidak mengamalkanya ?
Bingung ya.....kalau saya lebih setuju dengan pendapat bahwa mengajar tidak disyaratkan mempraktekkan dahulu walaupun di banyak ilmu ini adalah afdhol. saya lebih ittiba kepada gus baha yang mengatakan bahwa mengajar tidak disyaratkan mengamalkan dahulu ilmunya. dan ayat "kaburo maktan" itu turun untuk kaum yahudi yang menolak kenabian nabi padahal sebelum nabi Muhammad di utus, kaum yahudi sering mengatakan kepada penduduk yastrib kalau mereka menunggu nabi terakhir itu.
Adalagi yang berpendapat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dikuasahi, lalu diamalkan, kemudian diajarkan. dan saya yakin inilah yang paling adhol dari definisi ilmu yang bermanfaat.
Walaupun saya rasa jarang ada orang yg sehebat ini, walaupun saya yakin ada. tapi bukan berarti kita orang orang biasa tidak boleh mengajar, hanya karena kita tidak selalu mengamalkan apa yg kita ajar. saya inget pesan guru kami kepada santri santri yg mau "boyong" pulang dari pondok." jadi apapun kamu jangan lupa mengajar" dan " jangan sampai aib kamu, kekurangan kamu membuat kamu tidak mau berbuat baik".
Saya rasa, hal yang paling pas bagi kita yg awam ini terus berusaha menajadi baik, berusaha menjadi guru yg baik, terus mengajar sambil berusaha mengamalkan apa yg kita ajarkan. semoga dengan usaha itu Allah menaikkan maqom kita menjadi orang yg menguasahi ilmu, dan mengajarkanya serta mampu mengamalkannya. Amiiin....ya robbal alamiiin....
1 komentar:
Jlimet...
Memahami kenjlimetan dan akhirnya tau solusinya iyu juga ilmu..
Saya yakin dalam kehidupan banyak sekali masalah yg jlimet...
Posting Komentar